Google+ Followers

Rabu, 08 Mei 2013

MAKALAH AL QUR'AN


KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum wr.wb
Puja puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah tentang “Adab Berinteraksi dengan Al-Qur’an”.Dan tidak lupa Sholawat beserta Salam tetap kami curahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad S.A.W. yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam terang benderang yakni agama Islam.
Ucapan terima kasih kami sampaikan pula kepada Bapak Junaidi, M.Ag, S.H selaku pembimbing kami sehingga kita dapat mengerti tentang adab-adab berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Dan kami menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia, apa bila ada kesalahan atau dari pembaca apa bila terdapat kesalahn dalam penulisan makalah ini guna perbaikan dalam pembuatan makalah kami yang selanjutnya.
Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Amieeeeeennnn,,,,,,ya rabbal ‘Alamin,,,,,,,



Surakarta,28 Februari 2013
      Ketua Kelompok


       (.......................)









DAFTAR ISI

Kata Pengantar....................................................................................1
Daftar isi.............................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN.................................................................3
BAB II PEMBAHASAN...................................................................4
BAB III PENUTUP……...................................................................10
DAFTAR PUSTAKA........................................................................11





















BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Al-Qur’an adalah firman / kalam Allah yang merupakan mukjizat, diturunkan berupa wahyu kepada Rasulullah Muhammad saw. dikumpulkan pada satu mushaf mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat An-Naas dan dinukil kepada kita secara mutawatir, membaca dan mempelajarinya nya merupakan ibadah yang mendapat pahala.

Kita sendiri sebagai umat muslim yang beriman wajib mengetahui pengertian dari Al-Qur’an itu sendiri. Selain itu kita juga harus memahami keutamaan-keutamaan dalam mempelajari, membaca, mengajarkan, dan mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an beserta Dalil-Dalil dan Hikmahnya.Maka dari itu dalam makalah ini dibahas tentang berinteraksi dengan Al-Qur’an.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa keutamaan membaca Al-Qur’an beserta dalilnya ?
2.      Apa  keutamaan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beserta dalilnya ?
3.      Bagaimana adab membaca Al-Qur’an beserta dalilnya ?
4.      Apa keutamaan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an beserta dalilnya ?

1.3 Tujuan Penulisan Makalah
1.      Untuk mengetahui keutamaan dari membaca Al-Qur’an
2.      Untuk mengetahui keutamaan dari mendengarkan bacaan Al-Qur’an
3.      Untuk memahami tata cara atau adab dalam membaca al-Qur’an
4.      Untuk mengetahui keutamaan dari mempelajari atau belajar Al-Qur’an
5.      Untuk mengetahui keutamaan dari mengajarkan kitab suci Al-qur’an
6.      Untuk mengetahui dalil-dalil yang memperkuat tentang membaca, mendengarkan, tata cara, mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an




BAB II
PEMBAHASAN

1. Keutamaan Membaca Al Qur`an
Bulan Ramadhan adalah bulan turunnya Al Qur`an. Jika pada bulan tersebut kita banyak membaca Al Qur`an maka hendaknya kebiasaan tersebut kita lanjutkan pada bulan-bulan selain Ramadhan -minimal sehari sekali- karena besarnya keutamaan dan pahala yang terkandung di dalam amalan ibadah yang satu ini.

Berikut ini akan kami sebutkan beberapa keutamaan dari membaca Al Qur`an beserta dengan dalil-dalilnya yang shahih.

1. Al Qur`an bisa menjadi pemberi syafaat bagi orang yang membaca dan mengamalkannya pada hari kiamat kelak.
2. Orang yang lancar membaca Al Qur`an dan orang yang tidak lancar membacanya, kedua-duanya tetap akan mendapatkan pahala dari membacanya.
3. Orang yang mempelajari dan mengajarkan Al Qur`an adalah orang yang paling mulia.
4. Orang yang membacadanmengamalkan Al Qur`an di dalamkehidupansehari-hariadalahtermasukdari orang-orang yang pantasuntukditiru.
5. Membacasatuhurufdari Al Qur`anmendapatkansepuluhpahala. Semakinbanyak yang kitabacamakasemakinbanyak pula pahala yang diperoleh.

6. Semakinbanyakhurufdanayat yang dibaca, semakintinggi pula kedudukandankemuliaan orang yang membacanya.

a.Dalil Al-Qur’an

“Sesungguhnya orang- orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
(QS. Fathir : 29-30)


Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Ankabuut 45)

b.Dalil hadits
            1. Dalilnya adalah hadits Abu Umamah radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah صلىاللهعليهوسلم bersabda:

اقرؤواالقرآنفإنهيأتييومالقيامةشفيعالأصحابه

"Bacalah Al Qur`an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya." [HR Muslim (804)]

            2. Dalil lainnya adalah hadits An Nawwas bin Sam'an radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah  
صلىاللهعليهوسلم  bersabda:

يؤتىبالقرآنيومالقيامةوأهلهالذينكانوايعملونبهتقدمهسورةالبقرة وآلعمران

"Akan didatangkan pada hari kiamat Al Qur`an dan orang-orang yang membacanya yang mereka itu dulu beramal dengannya ketika di dunia, dipimpin oleh surat Al Baqarah dan Alu Imran" [HR Muslim (805)]
            3.    مَا أَذِنَ اللَّهُ لِشَىْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِىٍّ حَسَنِ الصَّوْتِ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ يَجْهَرُ بِهِ
          “Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidaklah mendengarkan sesuatu seperti yang didengar-Nya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang bagus suaranya, ia memperbagus suara dalam membaca Al Qur’an dan mengeraskannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
                   4.bahwasanyaRasulullah صلىاللهعليهوسلم bersabda:

لَاحَسَدَإِلَّاعَلَىاثْنَتَيْنِرَجُلٌ آتَاهُاللَّهُالْكِتَابَوَقَامَبِهِآنَاءَاللَّيْلِوَرَجُلٌأَعْطَاهُاللَّهُمَالًافَهُوَيَتَصَدَّقُبِهِآنَاءَاللَّيْلِوَالنَّهَارِ

“Tidakbolehirikecualiterhadapduajenismanusia: (Yang pertamaadalah) orang yang telahdiberikanilmu Al Qur`an oleh Allah laludiamengamalkannyasepanjangmalamdansepanjangsiang. (Yang keduaadalah) orang yang telahdiberikanhartaoleh Allah laludiamenafkahkannyasepanjangmalamdansepanjangsiang.” [HR Al Bukhari (5025) dan Muslim (815)]




2.Keutamaan mendengarkan Ayat Al-Qur’an
Bukan membaca Al Qur'an saja yang menjadi ibadah dan amal yang mendapat pahala dan rahmat, tetapi mendengarkan bacaan Al Qur'an pun begitu pula.
Sebahagian ulama mengatakan, bahwa mendengarkan orang membaca Al Qur'an pahalanya sama dengan orang yang membacanya.
            Mendengarkan bacaan Al Qur'an dengan baik dapat menghibur perasaan sedih, menenangkan jiwa yang gelisah dan melunakkan hati yang keras, serta mendatangkan petunjuk.
Itulah yang dimaksudkan dengan rahmat ALLAH, yang diberikan kepada orang yang mendengarkan bacaan Al Qur'an dengan baik.

Demikian besar mu'jizat Al Qur'an sebagai wahyu ILAHI, yang tak bosan-bosan orang membaca dan mendengarkannya.

Malahan semakin sering orang membaca dan mendengarkannya, semakin terpikat hatinya kepada Al Qur'an,bila Al Qur'an dibaca dengan lidah yang fasih, dengan suara yang baik dan merdu akan lebih memberi pengaruh kepada jiwa orang yang mendengarkannya dan bertambah imannya.

a.Dalil Al-Qur’an
"Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang, agar kamu mendapat rahmat." QS Al A’raf 204

            "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) ALLAH, gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat NYA, bertambahlah iman mereka karenanya dan kepada ROBB lah mereka bertawakkal." QS Al Anfaal 2

b.Dalil hadits

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori disebutkan bahwa Abdullah Ibnu Mas'ud menceritakan :
"Rosulullah berkata kepadaku : "Hai Ibnu Mas'ud, bacakanlah Al Qur'an untukku!"
Lalu aku menjawab :
Kenapa aku yang membacakan Al Qur'an untukmu, ya Rosulullah, padahal Al Qur'an itu diturunkan ROBB kepadamu?"
Rosulullah menjawab : "Aku senang mendengarkan bacaan Al Qur'an itu dari orang lain.
Kemudian Ibnu Mas'ud membacakan beberapa ayat dari surat An Nisaa'.
Maka tatkala bacaan Ibnu Mas'ud sampai kepada ayat 41 yang artinya : "Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rosul dan nabi) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (umatmu);"
sedang ayat itu sangat mengharukan hati Rosulullah, lalu beliau berkata :
"Cukuplah sekian saja, ya Ibnu Mas'ud!"
Ibnu Mas'ud melihat Rosulullah meneteskan air matanya serta menundukkan kepalanya.



3.Adab Membaca Al-Qur’an

Berikut ini beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika hendak membaca Al Qur'an :

1.      Memiliki niat yang ikhlas karena mengharap keridhaan Allah dalam membaca dan mempelajarinya, bukan untuk mendapatkan dunia, bukan karena harta, kedudukan, juga bukan agar dimuliakan oleh kawan-kawan. Orang arif mengatakan, “Ikhlas itu membersihkan amal dari perhatian makhluk.”
2.      Dianjurkan menggosok giginya baik dengan siwak maupun sikat gigi lainnya.
3.      Sebaiknya ia membaca Al Qur’an dalam keadaan suci, baik suci dari hadats kecil maupun dari hadats besar.
4.      Hendaknya membaca Al Qur’an di tempat yang suci seperti di masjid dan di rumah. Oleh karena itu, banyak para ulama yang menganjurkan membacanya di masjid karena di masjid menggabung antara tempat yang bersih dan utama. Demikian juga hendaknya ia tidak membacanya di tempat yang kotor atau di tempat yang biasanya bacaannya tidak didengarkan dan diperhatikan. 
5.      Sebaiknya duduk menghadap kiblat dengan sikap tenang, khusyu dan sopan.
6.      Hendaknya memulai dengan membaca isti’adzah (A’uudzu billahi minasy syaithaanir rajiim)
7.      Hendaknya membacanya dengan tartil (tidak cepat dan jelas huruf-hurufnya), karena hal ini membantunya untuk mentadabburi maknanya.
8.      Dianjurkan memperbagus suara semampunya ketika membaca Al Qur’an.
9.      Hendaknya ia menghadirkan hati, mentadabburi (memikirkan) kandungan Al Qur’an, memperhatikan setiap ‘ibrah (pelajaran) dan merasakan ke dalam hati wa’d (janji) dan wa’id (ancaman) yang disebutkan dalam Al Qur’an
10.  Hendaknya ketika sampai pada ayat rahmat, ia meminta kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala karunia-Nya, dan ketika sampai pada ayat azab, ia meminta perlindungan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala darinya.
11.  Hendaknya ia menjauhi tertawa, ribut/gaduh dan obrolan, kecuali ucapan yang sangat dibutuhkan.
12.  Ketika dibacakan Al Qur’an hendaknya diam, tidak melakukan obrolan
13.  Hendaknya ia tidak mengeraskan bacaan Al Qur'an ketika di dekatnya ada yang sedang shalat agar tidak mengganggu shalatnya.
14.  Diutamakan bagi orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci. Jika tidak menemukan air maka dianjurkan untuk bertayamum.
15.  Membaca Al-Qur’an disunahkan di tempat yang bersih dan terpilih. Justru, sejumlah ulama menganjurkan membaca Al-Qur’an di masjid karena ia meliputi kebersihan dan kemuliaan. Para sahabat meriwayatkannya dari Abu Hanifah r.a Asy-Sya’bi berkata, makruh membaca Al-Qur’an di tiga tempat: Di tempat mandi, tempat buang air dan tempat penggilingan gandum.


16.  Diutamakan bagi pembaca Al-Qur’an di luar sembahyang supaya menghadap kiblat. Hendaknya dia duduk dengan khusyuk dan tenang sambil menundukkan kepalanya. Dibolehkan baginya membaca sambil berdiri atau berbaring atau di tempat tidurnya atau dalam keadaan lainnya dan dia mendapat pahala, akan tetapi nilainya kurang daripada membaca al Qur’an dengan duduk.

a.Dalil Al-Qur’an
“Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)
,“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (keagungan Allah s.w.t) bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah s.w.t sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan Bumi…” (QS Ali-Imran 3:190-191)
“Dan mereka menyungkurkan wajah mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.” (QS Al-Israa 17:109).

b.Dalil hadits
          Dari Rasulullah SAW beliau berkata,” Sesungguhnya Alqur’an turun dengan kesedihan, maka apabila kamu membacanya hendaklah sambil menagis.Jika engkau tidak bisa menangis maka berusahalah untuk menangis dan melagukannya (menyenandungkannya).Barangsiapa yang tidak melagukan bacaan Al Qur’an maka tidak termasuk golongan kami. (HR. Ibnu Majah)
Abu Hurairah dan Abu Said Al-Khudri ra dari Nabi saw bahawa Baginda bersabda: “Tidaklah suatu kaum menyebut nama Allah swt bersama-sama,kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi rahmat dan turun ketenangan ke atas mereka serta Allah swt menyebut mereka di antara para malaikatnya di sisi-Nya.” (Riwayat Tirmidzi dan dia berkata, hadith ini hasan shahih)

4.Keutamaan Belajar Dan Mengajarkan Al-Qur’an
            Maksud dari belajar Al-Qur`an di sini, yaitu mempelajari cara membaca Al-Qur`an. Bukan mempelajari tafsir Al-Qur`an, asbabun nuzulnya, nasikh mansukhnya, balaghahnya, atau ilmu-ilmu lain dalam ulumul Qur`an. Meskipun ilmu-ilmu Al-Qur`an ini juga penting dipelajari, namun hadits ini menyebutkan bahwa mempelajari Al-Qur`an adalah lebih utama. Mempelajari Al-Qur`an adalah belajar membaca Al-Qur`an dengan disertai hukum tajwidnya, agar dapat membaca Al-Qur`an secara tartil dan benar seperti ketika Al-Qur`an diturunkan.
Adapun maksud dari mengajarkan Al-Qur`an, yaitu mengajari orang lain cara membaca Al-Qur`an yang benar berdasarkan hukum tajwid. Sekiranya mengajarkan ilmu-ilmu lain secara umum atau menyampaikan sebagian ilmu yang dimiliki kepada orang lain adalah perbuatan mulia dan mendapatkan pahala dari Allah, tentu mengajarkan Al-Qur`an lebih utama. Bahkan ketika Sufyan Ats-Tsauri ditanya, mana yang lebih utama antara berjihad di jalan Allah dan mengajarkan Al-Qur`an, dia mengatakan bahwa mengajarkan Al-Qur`anlebih utama.
            Namun demikian, meskipun orang yang belajar Al-Qur`an adalah sebaik-baik orang muslim dan mengajarkan Al-Qur`an kepada orang lain juga sebaik-baik orang muslim, tentu akan lebih baik dan utama lagi jika orang tersebut menggabungkan keduanya. Maksudnya, orang tersebut belajar cara membaca Al-Qur`an sekaligus mengajarkan kepada orang lain apa yang telah dipelajarinya. Dan, dari hadits ini juga dapat dipahami, bahwa orang yang mengajar Al-Qur`an harus mengalami fase belajar terlebih dahulu. Dia harus sudah pernah belajar membaca Al-Qur`an sebelumnya. Sebab, orang yang belum pernah belajar membaca Al-Qur`an, tetapi dia berani mengajarkan Al-Qur`an kepada orang lain, maka apa yang diajarkannya akan banyak kesalahannya. Karena dia mengajarkan sesuatu yang tidak dia kuasai ilmunya.  

Berikut ini adalah keutamaan dari belajar dan mengajarkan Al-Qur’an :

1.      Syarat menjadi Muslim terbaik adalah dengan belajar al-Qur’an dan mengajarkannya.
2.      Ilmu pertama kali yang harus dikaji seorang muslim adalah al-Qur’an.
3.      Belajar dan mengajar adalah kewajiban setiap orang Islam, baik formal atau non formal.
4.      Menjadi Umat yang Paling Baik.
5.      Mendapat Ketentraman dan Rahmat dari Allah :
6.      Mendapat ketentraman atau ketenangan dalam hidupnya.
7.      Mendapat curahan rahmat (kasih saying) dari Allah.
8.      Dinaungi oleh para malaikat karena memuliakannya.
9.      Disebut-sebut dan dipuji oleh Allah swt.
10.  Salah Satu Bentuk Jihad di Jalan Allah.
a.Dalil Al-Qur’an
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا . (المزمل : 4)

            “Dan bacalah Al-Qur`an dengan setartil-tartilnya.” (Al-Muzzammil: 4)

b.Daliln Hadits
        الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ .(متفق عليه)
                        “Orang yang pandai membaca Al-Qur`an, dia bersama para malaikat yang mulia dan patuh. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan terbata-bata dan berat melafalkannya, maka dia mendapat dua pahala.” (Muttafaq ‘Alaih)


        خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ                    
 “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Al-Quran adalah satu mukjizat yang tersebar dan teragung yang diturunkan dalam bahasa Arab dalam tujuh huruf. Banyak hadith yang diriwayatkan oleh para sahabat mengenai Al-Quran diturunkan dalam tujuh huruf dan hadith tersebut adalah mutawatir, di antaranya yang berpendapat demikian ialah Abu ‘Ubayd al-Qasim bin Salam.

Hadits-hadits berkenaan dengan Al-Qur’an tentang keutamaan-keutamaan dari membaca, mempelajari, mendengarkan dan mengajarkannya,selain itu juga adab-adab dalam membaca Al-qur’an harus di perhatikan karena ini sangat berpengaruh pada makna, dan kebenaran dalam membacanya.

Keutamaan-keutamaan dalam Al-Qur’an adalah cerminan betapa sangat mulianya ayat suci al-Qur’an, dari membaca sudah jelas mendapatkan pahala dari per kata yang di baca, mendengarkan Al-Qur’an sama halnya dengan membaca Al-Qur’an,belajar Al-Qur’an juga sangat penting bagi kita karena ini berkaitan dengan tata cara, bunyi, panjang pendek, dll.dalam membaca Al-Qur’an, bila kita sudah mahir dalam mempelajari Al-Qur’an maka hendaknya kita ajarkan kepada orang lain, karena sebaik-baik orang adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.

SASARAN
Dari pembuatan makalah ini, kami sebagai penulis menyadari bahwa sangat banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah ini karena memiliki keterbatasan. Sebagai manusia kami tidak bias sempurna, tapi kami berharap makalah ini mampu menuju kepada kesempurnaan. Untuk itu kami memohon saran dan kritik pembaca agar menjadikan makalah kami lebih dekat kepada kesempurnaan.



DAFTAR PUSTAKA




http://mzakihidayat.blogspot.com/2012/02/keutamaan-membaca-al-quran.html


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar